Keunggulan Ganja sebagai Komoditi Perindustrian dan Pertanian

Keunggulan Ganja sebagai Komoditi Perindustrian dan Pertanian

Pada tahun 1941 Henri Ford menggunakan rami dan sisal (berasal dari tanaman ganja) untuk membangun pintu mobil dan fender. Mobil ganjanya terbukti lebih tahan terhadap pukulan daripada mobil biasa yang berasal dari bahan baja.

Ganja adalah produsen selulosa terbesar di bumi, hurds rami menghasilkan 85% selulosa. Plastik biodegradable dari ganja dan bahan organik lainnya adalah plastik yang non toksik. Hemp hurds juga bisa diolah menjadi kemasan plastik, yang umum sampai tahun 1930-an, mereka memungkinkan diproduksi dengan biaya rendah , compostable pengganti styrofoam.

Sebuah kemajuan teknologi baru-baru ini dengan plastik biodegradable terbuat dari tepung jagung menyebabkan materi baru berdasarkan rami, rami plastik (Australia) memliki sumber mitra yang telah mampu menghasilkan 100% bahan biodegradable baru yang seluruhnya terbuat dari ganja dan jagung. Material baru ini memiliki kekuatan unik dan kualitas teknis yang belum terlihat sebelumnya dan material batu ini dapat disuntikkan / dengan sistem injeksi, ditempa dan dicetak menjadi barang sesuai dengan bentuk cetakan yang ada termasuk wadah kosmetik, Frisbee golf cakram dan lain-lain.

Zellform (Austria) telah menciptakan suatu resin ganja-plastik yang disebut Hempstone yang digunakan pada instrumen musik, pengeras suara dan perabot. Hempstone dapat diukir menjadi hampir semua bentuk untuk membuat sejumlah aplikasi terbatas.

Ganja sedang diupayakan untuk dibuat menjadi panel pintu dan dashboard dengan cara dikompresi. Pembuat mobil seperti Ford, GM, Chrysler, Saturnus, Honda dan Mercedes menggunakan panel pintu komposit rami, batang, kepala liners dan lain-lain. Komposit ganja ini lebih murah daripada fiberglass yang berbahaya. Hemp fiberglass hanya mengganti biaya 50 sen untuk 70 pon. Komposit rami ini dapat menggantikan karbon dan serat kaca, yang menimbulkan masalah pada lingkungan yang berat.

Alasan mengapa hampir semua pembuat mobil di Eropa yang beralih ke ganja untuk membuat panel pintu, kolom, punggung kursi, pelapis boot, lantai konsol, panel instrumen dan komponen eksternal lainnya adalah karena produk organik

Berbasis rami lebih ringan, lebih aman dalam kecelakaan, dapat didaur ulang dan lebih tahan lama.

Kemungkinannya tak terbatas membuat produk dari plastik dari resin ganja dan bio lomposit. Hampir semua bentuk dan tujuan dapat dipenuhi dengan plastik bio-komposit. Kebutuhan Hemp plastik makin meningkat, namun belum memungkinkan ganja tumbuh di Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Batang Ganja Dapat Menjadi Sumber Energi (Ethanol) Yang Ramah Lingkungan

“Semua yang dapat dibuat dari hidrokarbon dapat dibuat dari karbohidrat”

Tanaman ganja dapat menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan, menurut “The Fuel and Fiber Company” satu hektar ladang ganja (hemp) dapat menghasilkan 146 galon ethanol setiap tahunnya. Perhitungan ini belum mencakup pemrosesan minyak dari biji ganja yang juga dapat dijadikan biodiesel seperti halnya minyak jarak atau kelapa sawit, namun dengan dampak kerusakan lingkungan yang jauh lebih rendah dari tanaman-tanaman energi yang sekarang ini populer.

Serat Batang Ganja Adalah Sumber Serat Tekstil Terbaik
Serat batang ganja memiliki panjang hingga 15 kaki, sementara panjang maksimum serat kapas hanyalah tiga-per-empat inci, ini memberikan serat ganja 8 kali lipat kekuatan tegangan dan empat kali lipat ketahanan dibanding serat kapas. Nilai minus lain dari kapas adalah bahwa pertanian kapas di seluruh dunia mengkonsumsi 26% total produksi pestisida dunia, membutuhkan irigasi yang masif, serta menghabiskan 7% dari seluruh produksi pupuk dunia. Sementara tanaman ganja membutuhkan sedikit sekali irigasi, sedikit sekali pupuk dan hampir tidak membutuhkan pestisida karena ia memproduksi sendiri biosida (pengusir hama) dari bunga dan daunnya. Setiap hektar tanaman ganja menghasilkan 1000 pound serat batang, sekitar 2 sampai 3 kali lipat lebih banyak dari kapas.

Biji ganja

Pada biji ganja ada sumber makanan bergizi, dengan protein kualitas tinggi, lebih tinggi dari kacang kedelai . kalau kadar masih lebih besar kedelai.
jadi ganja bisa jadi alternative gizi lain

Daging buah ganja

Ini bisa digunakan sebagai bahan bakar, biasa secara langsung atau bisa juga di olah melalui proses pirolisis menjadi batu bara, metana, metanol, dan bensin
minya ganja lebih baik daripada minyak bumi karena bersih dari unsur logam dan belerang, sangat aman dan ramah lingkungan

Akar, Batang, dan Ranting tanaman ganja

Merupakan bahan istimewa untuk pembuatan kertas dan kain.
karena tanaman ganja tidak rumit, pada jenis tanaman ganja membutuhkan sangat sedikit pestisida dari bahan kapas. itulah istimewanya dan ini juga ramah lingkungan

Sebagai tanaman multiguna, kulit batang Cannabis sativa kaya akan serat berkualitas yang baik untuk bahan tekstil, temali dan kain layar kapal,  kayunya untuk bahan pulp, bahan kertas berkualitas tinggi untuk kertas rokok dan uang kertas, minyak bijinya untuk minyak sayur, bahan kosmetik dan ramuan perawatan badan, bijinya, sebagai bahan makanan, dan makanan hewan peliharaan, getahnya mengandung bahan psikoaktif untuk rekreasi. Jenis hemp penghasil serat dan minyak biji.

Fakta Yang Ditutup-tutupi Mengenai Manfaat Tanaman Ganja

Ganja Adalah Pengobatan Kanker Yang Efektif
Sebuah studi dari Harvard yang dipublikasikan tanggal 17 April, 2007 menyebutkan bahwa THC (zat psikoaktif pada ganja) dapat memotong pertumbuhan kanker paru-paru hingga setengahnya dan dengan drastis dapat mengurangi kemampuan dari sel-sel kanker untuk menyebar. Percobaan ini dilakukan pada tikus yang diimplantasi dengan sel kanker paru-paru dari manusia, tumor yang muncul berkurang berat dan ukurannya sampai dengan 50%. Sementara satu tim lain dari “The California Pacific Medical Center Research Institute” menyebutkan bahwa mereka menemukan bahwa CBD (kandungan zat aktif lain dari ganja) dapat menghentikan penyebaran kanker payudara ke seluruh tubuh.

Dari berbagai sumber di internet

Dipublikasi di Berita | Tag , | 6 Komentar

Ganja

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zatnarkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THCtetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di peguungan tropis dengan elevasi di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Kontroversi

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Diantara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.

Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu. (dari berbagai sumber)

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietasyang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Budidaya

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya.

Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis.

sumber: Wikipedia

Dipublikasi di Sisipan | Tag , | Tinggalkan komentar

Minyak dan Biji Ganja Sebagai Sumber Pangan Utama Manusia

Minyak dan Biji Ganja Sebagai Sumber Pangan Utama Manusia

Kebanyakan biji-bijian mengandung banyak asam linoleat (omega 6) namun hanya sedikit mengandung asam linoleat alpha (alpha linoleic acid) yang merupakan omega 3, keduanya merupakan bagian dari EFA (essential fatty acid). Rasio omega 6 dan 3 yang sehat bagi manusia menurut berbagai badan kesehatan dunia adalah 4:1, namun kebanyakan sumber makanan dari biji-bijian atau lemak dari hewan mengandung terlalu banyak omega 6 dengan rata-rata rasio 10 : 1 terhadap asam lemak omega 3. Ketidakseimbangan rasio omega 6 dan 3 menjadi faktor penyebab berbagai penyakit sepert jantung, arthritis, diabetes, penyakit kulit sampai gangguan emosi. Sebuah workshop di tahun 1999 yang diselenggarakan oleh U.S. National Institute of Health mendemonstrasikan manfaat dari keseimbangan rasio omega 6 dan 3 dalam asupan makanan sehari-hari. Manfaat yang diperoleh meliputi berkurangnya resiko atherosklerosis, serangan jantung, munculnya jenis-jenis kanker tertentu sampai pada optimalisasi pertumbuhan pada bayi.

Pada berbagai studi klinis, keseimbangan rasio omega 6 dan 3 ini dicapai dengan menambahkan suplemen minyak ikan dan minyak flax yang kaya akan omega 3. Asam lemak tak jenuh omega-3 sendiri memiliki berbagai macam manfaat, berfungsi sebagai antikanker, anti inflammatory, anti thrombotic, meningkatkan laju metabolisme, membantu pembakaran lemak, menghambat pertumbuhan tumor, menurunkan metabolisme lemak, sampai pada mengurangi ketergantungan insulin pada penderita diabetes (Erasmus, 1999; Simopoulous, 1994).

Menurut badan kesehatan, strategi yang lebih baik dalam memperoleh keseimbangan rasio ini adalah memakan makanan yang rasio omega 6 dan 3-nya lebih baik dalam satu komposisi. Salah satu sumber makanan ini dan kebetulan juga yang terbaik adalah biji ganja. Biji ganja menjadi solusi terbaik karena kandungan asam lemak omega 6 dan 3-nya adalah 3:1, rasio optimal yang bahkan melebihi standar badan kesehatan dunia.

Minyak dari biji ganja mengandung asam lemak tak jenuh super (super polyunsaturated fatty acid) yang langka seperti GLA (gamma-linoleic acid) dan stearidonic acid (SDA) dalam jumlah yang banyak. GLA sendiri merupakan asam lemak yang jarang dan tidak ditemukan dalam jenis biji-bijian lain, bahkan yang sudah menjadi konsumsi umum seperti biji rami, biji bunga matahari, kacang kedelai, biji labu, biji rapeseed (canola) atau minyak zaitun (olive oil).

Kandungan asam lemak jenuh dari bji ganja sangatlah rendah, tidak sampai 10 % dari kandungan minyaknya. Selain itu minyak biji ganja juga tidak mengandung sama sekali trans fatty acid yang merupakan lemak jahat yang dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kandungan lain dari minyak ganja adalah komposisi asam amino dan struktur protein yang kualitasnya tinggi. Protein dari biji ganja juga mengandung semua asam amino dalam jumlah yang lebih besar daripada sumber-sumber protein lengkap lain seperti daging, susu, telur dan semua biji-bijian kecuali kedelai, asam amino dalam minyak biji ganja ini pun juga terdapat dalam komposisi yang jauh lebih sehat daripada semua sumber makanan tadi.

Protein dari minyak biji ganja mengandung dua protein globular yang berupa albumin (33%) dan edestine (67%) dengan struktur yang mirip dengan protein yang dihasilkan dalam darah sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Protein biji ganja juga bebas dari antinutrient seperti phytic acid, enzim trypsin dan papain yang terdapat pada kedelai. Dalam kadar jumlah kandungan total asam amino, biji ganja memang berada di posisi kedua daripada kacang kedelai, namun keberadaan antinutrient dalam kacang kedelai seperti phytic acid yang terbukti menghalangi penyerapan vitamin dan mineral seperti vitamin A, D, zat besi, kalsium dan seng serta enzim trypsin dan papasin yang mengurangi penyerapan protein dan kalsium oleh tubuh membuat posisi kacang kedelai sebagai sumber protein nabati utama perlu dipertimbangkan kembali.

Kandungan-kandungan penting lain dari minyak biji ganja adalah sebagai berikut;

• β-Sitosterol (ditemukan dalam jumlah 100-148 g/L) yang bermanfaat mengurangi hiperkolesterolemia (mengurangi penyerapan kolesterol), berfungsi antivirus, antifungal dan anti inflammatory (Malini & Vanithakumari, 1990).
• γ-Tocopherols, merupakan zat anti oksidan yang efektif sebagai perlindungan terhadap berbagai macam kanker dan penyakit jantung koroner (Wolf, 1997).
• Terpenes yang terdiri dari dua jenis, β-caryophyllene (ditemukan dalam jumlah 740 mg/L) yang bermanfaat sebagai zat anti inflammatory dan berfungsi sebagai cytoprotective (melindungi sel) serta myrcene (ditemukan dalam jumlah 160 mg/L) yang merupakan zat anti oksidan.
• Minyak metil salisilat (oil of wintergreen), keluarga dari senyawa acetylsalicylic acid yang merupakan bahan utama obat aspirin. Metil salisilat ini melalui proses hidrolisis sederhana oleh tubuh dapat dirubah menjadi acetylsalicylic acid yang bermanfaat sebagai antipiretik, anti inflammatory dan analgesik (penghilang rasa sakit) serta bermanfaat mengurangi resiko serangan jantung, stroke dan kanker.

Dengan berbagai manfaat yang terkandung dalam biji ganja ini, pengolahan dan pemrosesannya pun juga harus dapat menjaga kandungan di dalamnya. Cara terbaik untuk menyajikan biji dan minyak ganja adalah tanpa dimasak, jika harus dimasak pun suhunya harus dijaga dibawah titik didih (212 ̊̊F) agar asam lemak tak jenuhnya berubah menjadi peroksida yang tidak sehat. Minyak dan biji ganja sebaiknya tidak digoreng karena akan merusak kandungan dan rasanya.

Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, peringkat kedua ditempati oleh kanker dan ketiga TB (Tuberkolosis). Ilmuwan biokimia dan ahli gizi sedunia berpendapat bahwa penyakit jantung dan kebanyakan kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh degenerasi lemak yang dipicu oleh konsumsi berlebihan asam lemak jenuh dan minyak sayuran refinasi yang mengubah asam lemak esensial menjadi zat-zat karsinogenik yang berbahaya. Asam lemak esensial dan asam lemak tak jenuh sangat sensitif terhadap oksidasi dan sinar matahari. Bila terpapar pada gelombang ultraviolet (sinar matahari) asam lemak ini mengalami reaksi yang menghasilkan radikal bebas. Sebuah foton tunggal dari gelombang sinar matahari dapat ditangkap oleh elektron pada atom karbon, elektron ini kemudian tereksitasi dan meninggalkan orbitnya dan menabrak elektron lain atau membawa inti hidrogen dan memulai sebuah reaksi berantai yang berlanjut hingga 30000 kali siklus. Ikatan-ikatan pada rantai karbon asam lemak ini kemudian lepas dan menghasilkan berbagai molekul baru seperti ozonides, peroxides (yang menghancurkan jaringan paru-paru), hydroperoxides, polymers dan hydroperoxyaldehydes yang kesemuanya beracun bagi tubuh. Walau asam lemak esensial dan asam lemak tak jenuh merupakan bahan baku dasar bagi kehidupan, kerapuhannya terhadap oksidasi dan sinar matahari merapukan sebuah paradoks yang dipecahkan sendiri oleh alam dengan membuat antioksidan kuat dan pengumpul radikal bebas yang mengatur laju dan tingkat oksidasi serta menangkap radikal bebas sebelum terjadi reaksi berantai yang tidak terkontrol. Dua dari antioksidan dan penangkap radikal bebas yang terbaik adalah vitamin A dan E. Alam mendesain keduanya larut dalam polyunsaturated oils dan kemudian berfungsi membuat perisai bagi asam lemak ini dari oksidasi dan sinar matahari.
Ada 8 (delapan) asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia dan 2 (dua) jenis lainnya yang dapat diproduksi oleh tubuh namun tidak dalam jumlah yang cukup kecuali disuplai dari makanan. Asupan makanan tanpa kesepuluh asam amino ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan malnutrisi, penyakit dan bahkan kematian. Asam amino esensial ini bersama 11 jenis lain yang dibuat darinya oleh tubuh menjadi protein dan enzim yang penting dalam berbagai mekanisme tubuh. “Sangat sedikit tanaman yang memiliki semua dari 8 asam amino esensial bersama dengan 2 asam amino non-esensial sekaligus, seperti yang dimiliki oleh minyak dari biji ganja” ujar Jill Place, RD, CCN seorang ahli gizi dari Los Angeles yang juga seorang penulis buku dan pembicara.

Biji ganja mengandung semua dari 8 asam amino esensial sebagai berikut; Leucine, Lysin, Theroine, Phen+tyro, Valine, Meeth+cyst, Isoleucin dan Tryptophan dengan jumlah kesemuanya lebih tinggi dari sumber protein yang biasa dikonsumsi manusia seperti putih telur, tofu bahkan susu sapi. Selain kedelapan asam amino esensial ini, biji ganja juga mengandung 2 (dua) asam amino non-esensial yang diperlukan sebagai bahan baku untuk membuat serum albumin dan globulin. Semuanya membuat biji ganja menjadi sumber protein yang lengkap bagi kebutuhan manusia.Setiap biji ganja juga mengandung 35% karbohidrat, 30% asam lemak, 35% serat, kalsium, magnesium, fosfor, potassium, vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, D, E dan hanya 8% asam lemak jenuh.
Dengan cita rasa kacang, susu ganja adalah salah satu pilihan jenis makanan yang penuh nutrisi. Kandungan GLA (Gamma Linolenic Acid) membuatnya lebih baik daripada susu kedelai, susu beras, susu almond (yang tidak mengandung GLA sama sekali). GLA yang merupakan ‘omega-6 baik’ adalah nutrisi langka yang berperan dalam produksi prostaglandin dalam tubuh. Prostaglandin adalah hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah, kontraksi otot halus, inflamasi dan bahkan membantu gejala premenstruasi.

Globulin adalah protein dengan jumlah terbanyak ketiga dalam tubuh. Globulin punya banyak fungsi enzimatik (memicu reaksi kimia dalam tubuh) dalam plasma darah. Albumin, Globulin dan Fibrogin adalah tiga jenis plasma protein yang menyusun 80 persen benda padat pada plasma darah. Plasma darah adalah bagian cair dari darah yang berperan menyuplai nutrisi pada jaringan tubuh. Globulin juga berperan dalam sistem pertahanan alamiah maupun buatan (didapat dari vaksinasi atau penyakit) yang dimiliki seseorang terhadap organisme dari luar yang menyerang tubuh seperti bakteri dan virus dan juga berperan dalam membersihkan zat-zat beracun, jaringan mati dan kotoran lainnya dalam tubuh.

Konsumsi biji ganja dapat membantu proses penyembuhan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini terbukti dengan keberhasilan penggunaannya sebagai asupan makanan bagi penderita tuberkulosis untuk menangani masalah malnutrisi, penelitian ini dilakukan oleh Czechoslovakia Tubercular Nutritional Study pada tahun 1955.
Kandungan asam lemak esensial dalam minyak biji ganja adalah salah satu yang tertinggi di antara biji-bijian lain di dunia (80%-81% dari total volume minyak). Dengan rasio Omega-6 banding Omega-3 yang dianggap sempurna (melebihi standar kesehatan dunia) yaitu 3 banding 1. Biji ganja juga satu-satunya (yang diketahui sampai sekarang) mengandung kesemua asam lemak esensial (EFA-Essential Fatty Acid) termasuk SDA (Stearidonic Acid) yang langka dan GLA (Gamma Linolenic Acid) atau super Omega-6 yang jarang terdapat pada sumber proten nabati lain kecuali Borage dan Evening Primrose.

Manuver Ekonomi Politik DEA

Asosiasi Industri Ganja (Industrial Hemp Association/IHA) telah melakukan inisiatif untuk meyakinkan konsumen bahwa produk makanan dari ganja yang mereka konsumsi tidak membuat mereka mendapatkan hasil positif bagi tes narkotika jenis ganja dengan meluncurkan program TestPledge pada tahun 2001. Hampir seluruh produsen makanan dari bahan biji dan minyak ganja di Amerika Utara telah bergabung dengan program TestPledge ini. TestPledge melakukan kontrol dengan membatasi kadar sisa zat aktif THC yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan dalam produk minyak ganja dan biji ganja untuk menghilangkan resiko munculnya hasil positif pada tes narkotika jenis ganja.

Berdasarkan studi yang dikomisikan oleh Canadian Governmental Research Program dan dipublikasikan pada Journal of Analytical Toxicology tahun 2001 (Volume 25, Nov/Dec. 2001), TestPledge mewajibkan setiap perusahaan yang tergabung dalam programnya untuk menguji setiap produk biji dan minyak ganja mereka untuk mematuhi batas kadar THC untuk minyak ganja sebesar 0.5 ppm (parts per million) dan biji ganja 1.5 ppm. Batasan ini telah menjadi norma de-facto perusahaan-perusahaan pengolah tanaman ganja sejak pertengahan tahun 1998, tepatnya setelah Canadian Hemp Regulation berlaku efektif. Sayangnya DEA (Drug Enforcement Agency) terus menerus memakai standar tes narkotika dari masa lalu sebagai wacana untuk menekan dan membatasi industri ganja. Kebijakan DEA ini dianggap munafik karena DEA tidak melakukan serangan yang sama kepada produsen bagel dari biji opium yang mempromosikan penggunaan opium dalam makanan, walaupun biji opium juga berasal dari tanaman narkotika (opium) yang sama serta mengandung zat opiates yang juga dapat muncul positif dalam tes narkotika.

Walaupun DEA pernah mengumumkan larangan internasional kepada seluruh jenis produk minyak dan biji ganja di tahun 2001. Keputusan ini kemudian dibatalkan pada tahun 2004 setelah suksesnya banding yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan terkait pada US Circuit Appeals ke-9 di San Fransisco

Dipublikasi di Berita | Tag , | Tinggalkan komentar

Ganja Bukan Narkotik

Ganja Bukan Narkotik

Marijuana (ganja) bukanlah narkotik. Walaupun hukum California menyebutnya sebagai narkotik, ganja berbeda secara farmakologis dengan keluarga dan turunan opium dan narkotik sintetis. Marijuana (ganja) tidak menyebabkan kecanduan. Pemakaiannya tidak memunculkan ketergantungan fisik

Marijuana (ganja) tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan bila digunakan dalam jangka waktu yang lama, ia tidak tampak menyebakan gangguan fisik atau psikologis.
Marijuana (ganja) berasal dari tanaman Indian Hemp, yang sebelumnya pernah dibudidayakan secara formal dimana-mana di Amerika Serikat untuk membuat tali, dan masih tumbuh liar di banyak daerah. Hingga beberapa tahun yang lalu ia adalah bahan utama dalam pakan unggas komersil. Daun dan pucuk-pucuknya yang berbunga memberikan cannabis (dikenal umum di belahan dunia barat sebagai marijuana, rumput atau pot); getah dan serbuk sarinya, dimana zat aktif terkonsentrasi paling tinggi, sebagai sumber dari “hashish.” (Wolstenholme, 1965)

Efek dari merokok mariyuana (ganja) dideskripsikan sebagai berikut: “euforia, berkurangnya rasa lelah, dan pelepasan ketegangan… juga dapat meningkatkan nafsu makan, mendistorsi perspektif waktu, meningkatkan kepercayaan diri, dan, seperti alkohol, dapat melemaskan beberapa hambatan.” (Fort, 1965) Meningkatnya kesadaran terhadap warna dan kecantikan estetis, produksi dari asosiasi mental yang baru dan kaya juga merupakan efek yang sering dilaporkan. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa pengalaman mengkonsumsi mariyuana (ganja) adalah “psikedelik”: dapat menimbulkan peningkatan kesadaran, atau dalam perubahan kesadaran-meluas dalam perspektif, ide mengenai diri sendiri, kehidupan, dll. Marijuana (ganja) bagaimanapun tidak seperti LSD – sebuah psikedelik yang kuat. Dimana LSD secara drastis merubah pikiran dan perspektif, seringkali “memaksa” pemakainya untuk merasakan kesadaran yang meningkat., marijuana memberikan “sugesti” atau menunjukkan jalan kepada kesadarn yang lebih dalam secara moderat. Pemakainya bebas untuk mengikuti potensi ini atau tidak ketika mereka muncul. (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a,

Berangkat dari dasar bahwa marijuana (ganja) adalah lebih aman dan lebih bermanfaat dari tembakau atau alkohol (dimana keduanya beracun pada fisik, dan keduanya juga adiktif), dan tidak ada dasar untuk melegalkan kedua zat berbahaya ini sementara melarang satu yang justru tidak berbahaya, banyak dari kejaksaan yang sedang menentang hukum saat ini. Pada susunan kata dari penjelasan hukumnya: “Para penuntut menyatakan bahwa klasifikasi mariyuana (ganja) pada bagian narkotik Seksi 1101 (d) pada Kode Kesehatan dan Keselamatan dan juga hukum yang melarang mariyuana (ganja) berdasarkan pada klasifikasi yang subyektif dan tidak mempunyai alasan serta tidak memiliki hubungan dengan kesehatan publik, keamanan, kesejahteraan dan moral… Klasifikasi dari mariyuana (ganja) sebagai narkotik adalah inkonstitusi dan melanggar klausul Amandemen ke-8 akan larangan terhadap hukuman yang luar biasa dan kejam, dan juga melanggar hak dasar yang merupakan klausul dari Amandemen ke-14 dari Konstitusi Amerika Serikat.”

(1 Crim 5351 Calif. District Court of Appeal, First Appel. Dist., pp. 61-62 and Appendix 1, p. 6)

Dipublikasi di Berita | Tag , | Tinggalkan komentar

Ruang Terbuka Hijau Habis, Siap-siap Kekurangan O2

oleh : Suzannita, Kompasiana

26 April 2010

Pesatnya pembangunan saat ini memberikan imbas bagi lingkungan. Hadirnya gedung pencakar langit ternyata mengikis keberadaan ruang terbuka hijau. Bisa kita lihat, pembangunan mall, gedung perkantoran atau lainnya banyak membabat habis lahan kota karena harus mendukung fasilitas perkotaan, mulai dari kemajuan teknologi, industri dan transportasi.

Bahkan pembangunan menyita RTH yang kerap dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Karena tingginya gedung menjadi tolok ukur keberhasilan suatu kota. Hmmm… benarkah demikian ?

Padahal semakin tingginya gedung dan banyak kendaraan menandakan pencemaran dan pemanasan global semakin meningkat.

Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknikbioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan.

Pasalnya RTH yang merupakan bagian ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan  diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) sehingga menjadi paru – paru kota dan memberikan cadangan Oksigen bagi masyarakat kota tersebut.

Sebagai contoh di Palembang, untuk mendukung pelaksanaan ajang olah raga paling bergengsi di Asia yaitu SEA GAMES XXVI 2011, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan yang juga menjadi salah satu tuan rumah mulai melakukan banyak persiapan, terutama  mempercantik bentuk kota, merenovasi dan membangun sarana olahraga serta tidak tertinggal membangun Hotel, Mall, Restoran dan lain nya.

Salah satunya adalah kawasan Sport Hall atau GOR di Jalan A. Rivai Palembang, merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Palembang dengan luas ± 5 Ha. Kawasan ini akan diubah bentuk dan fungsinya menjadi kawasan bisnis dengan dibangun nya Hotel, Town Square, dan Café untuk mendukung pelaksanaan SEA GAMES XXVI.

Rencana Pengalih fungsian kawasan tersebut menjadi kawasan Bisnis, sesungguhnya sangat bertentangan dengan mandate UU No 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang. Pada salah satu pasalnya mewajibkan setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia memiliki Ruang Terbuka Hijau(RTH) minimal 30 persen dari luas Kota, yaitu 20 persen RTH yang dibangun pemerintah untuk kepentingan Publik, dan 10 Persen RTH Private yang diwajibkan pemerintah untuk dibuat/dimiliki oleh setiap Rumah.

Kota Metropolis Palembang saat ini hanya memiliki RTH seluas 3 Persen atau sekitar 1.200 Ha, sehingga untuk mencukupi mandate tersebut harusnya pemerintah membangun sebanyak mungkin RTH, bukan malah melakukan Alih Fungsi RTH yang telah ada.
Berdasarkan catatan investigasi dan analisis yang dilakukan, jika Kawasan GOR ini di alih fungsi akan menyebabkan hilangnya 414 batang Pohon yang terdiri dari berbagai macam jenis seperti Beringin, Palem, Kelapa, Angsana, Jarak duri, Jambu, Nangka dan Tembesu. Yang selama ini 1 pohonya berfungsi sebagai penghasil oksigen (O2) sebanyak 1.2 – 1.5 Kg. Sehingga dengan jumlah pohon sebanyak 414 buah, Oksigen yang dihasilkan sebesar 0.5 – 0.6 Ton/hari, ini setara dengan kebutuhan oksigen 1.500 orang /hari. Selain itu kawasan ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon (CO2) yang merupakan salah satu zat penyebab Pemanasan Global, sekitar 8,3 – 15 Kg/hari atau 3 – 5,4 ton/tahun.

Selayaknya pembangunan dan pengelolaan RTH wilayah perkotaan harus menjadi substansi yang terakomodasi secara hierarkial dalam perundangan dan peraturan serta pedoman bagi pembangunan di perkotaan.

Pembangunan yang baik adalah dengan tidak mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau dengan terus melestarikan lingkungan bukan membabat habis setiap pohon yang memberikan sumbangan Oksigen cuma – cuma bagi kita.

Sudah siapkah kita kekurangan O2 dan menggunakan masker ?

Dipublikasi di Sisipan | Tag , | Tinggalkan komentar

Internet untuk Kehidupan Masa Depan yang Lebih Baik

Penggunaan internet dan komputer secara luas akan dapat mengurangi jumlah pemakaian kendaraan di jalan raya, sebagai penyebab polusi udara paling besar. Serta menghemat pemakaian bahan bakar minyak yang jumlahnya semakin terbatas.

Kelak pada saatnya dimana jika semua orang sudah mempunyai komputer pribadi dengan sambungan internet yang baik akan sangat mungkin semakin mengurangi pemakaian kendaraan bermotor karena orang akan sibuk di rumahnya masing-masing tanpa harus berurusan dengan kemacetan lalu lintas, kepanasan atau kehujanan setiap waktu, hanya untuk berangkat ke kantor atau ke sekolah, serta sebagai bentuk penghematan pemakaian bahan bakar minyak, yang semakin menipis dan terbatas yang sudah tidak mungkin lagi diproduksi oleh bumi. Hal ini untuk mengantisipasi sebelum minyak bumi benar-benar habis.

Saat ini bumi sudah tidak lagi mampu memproduksi minyak. Akibat jazad renik sebagai pembentuk minyak sudah semakin sedikit jumlahnya. Juga hewan laut sudah semakin menipis jumlahnya menjadi santapan manusia. Tidak sempat mati dan tertimbun tanah yang akhirnya menjadi minyak bumi.

Produksi kendaraan bermotor akan menurun jumlahnya, karena semakin sedikit orang menggunakan kendaraan untuk ke luar rumah setiap hari. Orang akan sering pergi ke luar rumah hanya pada saat liburan semester. Mereka sudah bisa bekerja di rumah masing – masing, karena kantor dan sekolah sudah dioperasikan secara online. Pegawai yang wajib ke kantor hanya mereka yang memang harus berurusan dengan klien secara langsung yang mengharuskan tatap muka langsung.

Sekolah-sekolah juga sangat mungkin dijalankan secara online. Sekolah hanya memerlukan sebuah aula untuk pertemuan khusus yang tidak harus dilakukan setiap hari. Serta beberapa ruang kelas yang digunakan untuk diskusi. Siswa tidak lagi harus berangkat setiap hari ke sekolah. Agar tidak terputus komunikasi dan sosialisasi perlu beberapa waktu khusus untuk sekedar bertemu muka. Pelajaran sekolah sudah bisa diajarkan secara online. Guru atau tentor bisa mendistribusikan materi pelajaran dari rumahnya sendiri.

Terbentuknya Hutan Kota.

Hal ini juga memungkinkan untuk mengurangi terbentuknya perkotaan dengan penduduk yang padat. Sehingga lebih banyak lahan yang bisa ditanami dengan pepohonan. Pohon adalah paru-paru bumi. Semakin banyak pepohonan, maka kualitas udara akan semakin bagus. Kita tahu daun-daun dari pepohonan adalah mesin daur ulang udara secara alamiah. Jika hal ini segera terwujud, insya Allah, Pemanasan Global yang semakin mengkhawatirkan dapat diatasi.

Dipublikasi di Opini | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Jenis Hutan Di Indonesia Dan Fungsi Hutan Untuk Kehidupan Di Muka Bumi

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki hutan yang luas di dunia. Luas hutan tersebut dulu mencapai 113 juta hektar dan terus berkurang drastis akibat kebodohan oknum pemerintah dan penjahat yang selalu haus akan uang dengan membabat dan menggunduli hutan demi mendapat keuntungan yang besar tanpa melihat dampak bagi lingkungan global.

Berikut di bawah ini adalah pembagian macam-macam / jenis-jenis hutan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia disertai arti definisi dan pengertian :

1. Hutan Bakau

Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh : pantai timur kalimantan, pantai selatan cilacap, dll.

2.Hutan Sabana

Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh : Nusa tenggara

3. Hutan Rawa

Hutan rawa adalah hutanyang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh : Papua selatan, Kalimantan, dsb.

4. Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / equkuator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan merugikan negara trilyunan rupiah. Contoh : hutan kalimantan, hutan sumatera, dsb.

5. Hutan Musim

Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan.

Disamping itu hutan terbagi / dibagi berdasarkan fungsinya, yaitu :

1. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan / binatang langka agar tidak musnah / punah dimasa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian.

2. Hutan Cadangan

Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar hutan cadangan.

3. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga ketaraturan air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang pencematan udara seperti C02 (karbon dioksida) dan C0 (karbon monoksida). Hutan lindung sangat dilindungi dari perusakan penebangan hutan membabibuta yang umumnya terdapat di sekitar lereng dan bibir pantai.

4. Hutan Produksi / Hutan Industri

Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan budidaya. Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil tidak ikut rusak.

Dipublikasi di Sisipan | Tag , | 1 Komentar

Menjadi Vegetarian, Mencegah Perubahan Iklim dan Mengurangi Emisi

Oleh: Ani Purwati – 20 Oct 2009

Pola makan vegan organik dapat mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Untuk itu vegan organik bisa menjadi satu bagian upaya pencegahan perubahan iklim.

Menurut Murniati Kamarga dari Assosiasi Supreme Master Chinghai dalam konferensi pers di kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH), Jakarta (16/10), vegan organik adalah pola makan nabati tanpa produk yang berasal dari hewan, yang diproduksi dengan sistem yang mendukung kesehatan tanah, ekosistem dan manusia.

“Apabila di seluruh dunia menerapkan pola yang sangat ramah lingkungan ini, maka 40% CO2 di atmosfir akan terserap, yang berarti  proses pembalikan pemanasan global dapat dilakukan dengan sangat cepat,” terang jurnalis dari Supreme Master Television ini.

Data statistik Institute for Ecological Economic Riset di Jerman menyebutkan bahwa seorang pemakan daging dalam setahun menghasilkan karbon sama dengan mengendarai mobil sejauh 5000 km setahun. Sementara orang dengan pola makan vegetarian menghasilkan karbon jauh lebih kecil (setengahnya), yaitu 2427 km setahun, pola makan vegan menghasilkan karbon sama dengan mengendarai mobil sejauh 627 km setahun dan pola makan vegan organik menghasilkan karbon 281 km setahun.

“Yang terpenting saat ini adalah apa yang bisa kita lakukan untuk turut mencegah perubahan iklim yang dampaknya sudah semakin nyata. Pola makan yang kita terapkan juga sebuah pilihan untuk berpartisipasi pencegahan perubahan iklim,” kata Vera Gunawan yang bergabung dengan Assosiasi Supreme Master Chinghai sejak 2002 ini.

Menurutnya, pola makan vegan organik juga bisa menghemat air. Dengan menerapkan pola makan vegan organik hanya membutuhkan air 98 galon air untuk menghasilkan sepiring produk ini. Mulai dari penanaman hingga penyajian vegan organik. Sedangkan untuk menghasilkan 250 gram steak membutuhkan air jauh lebih besar, yaitu 1200 galon air. Mulai dari proses pemeliharaan sapi hingga penyajian dagingnya menjadi steak.

Laporan PBB (Food and Agricultural Organization, FAO) pada 2006 yang berjudul “Livestock Longshadow” menyebutkan bahwa sektor utama yang menyumbang pemanasan global sebesar 18% adalah sektor peternakan, jauh melebihi sektor transportasi seluruh dunia digabungkan (13%). Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Gidon Eshel dan Dr Pamela Martin menunjukkan, seorang yang mengubah pola makan daging menjadi pola makan nabati dengan standar Amerika akan menghemat 1,5 ton CO2 tiap tahunnya.

Selain itu pada saat ini terjadi ketidakseimbangan pendistribusian pangan. Sebagai contoh, 74% kedelai digunakan untuk penggemukan ternak, sedangkan yang langsung dikonsumsi manusia hanya 26%. Pada 2009 ini FAO menyebutkan bahwa sekitar 1,02 milyar orang menderita kelaparan. Berdasarkan fakta tersebut, segala upaya untuk menghentikan pemanasan global dan krisis ketersediaan pangan perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dunia.

Sebagai negara pertanian, Indonesia dapat sangat berperan membantu kesejahteraan masyarakat, mengurangi jumlah kelaparan dunia dan menyelamatkan bumi melalui sebuah sistem pertanian yang berkelanjutan dan sangat ramah lingkungan, yaitu vegan organik. Tema vegan organik sangat perlu diketengahkan dan dipublikasikan agar kebijakan para pemimpin bangsa lebih terarah demi kelestarian bumi  dan kesejahteraan masyarakat dunia.

Sehat dan Ramah Lingkungan

Assosiasi Supreme Master Chinghai merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Selain menyalurkan berbagai macam bantuan untuk korban bencana, assosiasi yang terdiri dari relawan seluruh dunia ini juga aktif mengkampayekan pentingnya pola makan sehat dan ramah lingkungan seperti vegan organik. Menurut Vera yang memutuskan menerapkan pola makan vegan organik setelah melihat sapi menangis dan ayam dipotong ini, dirinya tidak merasakan lagi migran di kepalanya.

Selain itu, pola makan vegan organik juga bisa bermanfaat dalam pengurangan risiko penyakit dalam berbahaya seperti kanker. Bermacam manfaat itu akan dikupas dalam Seminar Solusi Perubahan iklim dengan tema “Vegan Organik untuk Kemakmuran dan Keselamatan Dunia dari Perubahan Iklim” yang akan diselenggarakan assosiasi bersama KNLH di Jakarta pada 22 Oktober nanti.

Seminar ini dilakukan menjelang pertemuan ilmuwan iklim di seluruh dunia atau yang kita kenal dengan IPCC ke-31 di Nusa Dua, Bali pada 26 Oktober 2009. Melalui seminar ini diharapkan semua peserta dari berbagai kalangan bisa menawarkan dan berbagi sebuah solusi bagi masalah lingkungan hidup yang kita hadapi di bumi saat ini.

[Sumber: Berita Bumi]

Dipublikasi di Opini | 1 Komentar

Perubahan Iklim dan Ketahanan Nasional

Oleh: Emil Salim

Kita hadapi gejala ”bumi semakin panas” yang berdampak pada ”perubahan iklim” akibat konsentrasi CO2-ekuivalen yang terbentuk di udara. Sebelum revolusi industri, terdapat lapisan CO2e setebal 280 ppm. Setelah revolusi industri (1780), konsentrasi CO2e meningkat dari 315 ppm (1930) ke 330 ppm (1970), 360 ppm (1990), dan 380 ppm (2008).
Bila pola business as usual berlanjut dalam pembangunan, pada tahun 2050 diperkirakan kita mencapai 500 ppm atau dua kali lipat sebelum revolusi industri. Para ahli sedunia sepakat menetapkan 450-550 ppm konsentrasi CO2e dengan 2,0-2,8 derajat Celsius di atas rata-rata suhu bumi sebelum revolusi industri tahun 1780 sebagai ambang batas yang tak boleh dilampaui agar perikehidupan alami dan manusia bisa berlanjut.

CO2e berasal dari polusi pembakaran minyak bumi dan batu bara yang naik dan menumpuk di udara dan membuat semacam ”selimut” yang membalut bumi ini. Sinar matahari masuk ke bumi dan menghangatkannya, tetapi panas bumi yang seyogianya kembali ke udara kini ”terkurung” sehingga menaikkan suhu bumi. Panas bumi ini mengubah iklim dan memengaruhi kehidupan alami di darat dan laut. Perubahan iklim ini berjalan seiring dengan naiknya kepadatan CO2e.

Mengganggu musim

Di Tanah Air kita, perubahan iklim terutama dipicu oleh deforestasi dan pembukaan lahan serta tanah gambut yang mengurangi kemampuan alam menyerap CO2e, bahkan melepaskan CO2 di dedaunan tanaman dan tanah gambut.

Perencanaan tata ruang bisa mengarahkan lokasi aktivitas ekonomi agar serasi dengan daya dukung alam. Sayang, pengembangan tata ruang kita tidak efektif. Bahkan, pola perencanaan jaringan jalan tol cenderung menerabas kawasan hijau yang mengurangi daya serap CO2e secara alami.

Suhu bumi yang naik mengakibatkan melelehnya bongkah dan gunung es di kutub bumi dan menaikkan permukaan laut. Suhu air laut berubah dan memengaruhi arus angin menjadi topan angin kencang. Hal ini memukul pantai pesisir dan ”memakan” serta menenggelamkan pulau. Di kawasan lautan Pasifik, pulau-pulau Nauru, Vanuatu, Kiribati, dan Kepulauan Marshall sudah tenggelam pada musim air pasang.

Di daratan aliran sungai terhambat mengalir ke laut akibat kenaikan permukaan laut sehingga air sungai terempas kembali ke hulu menimbulkan banjir.

Perubahan iklim juga mengganggu musim. Musim hujan lebih pendek dengan hujan intensif, sedangkan musim kemarau lebih panjang dengan hujan ekstensif. Dalam musim kemarau, evaporasi air permukaan semakin besar dan menciutkan volume air tawar di permukaan bumi. Air tawar menjadi langka.

Perubahan iklim ini berdampak buruk pada kehidupan alam hayati yang terdiri atas genetika plasma nutfah, jenis spesies, dan ekosistem mengalami erosi keanekaragamannya. Ini mengganggu stabilitas dan sustainabilitas kehidupan sumber alam hayati.

Tanpa sumber alam hayati dan air tawar yang cukup di muka Bumi, maka kehidupan manusia pun ikut meredup. Teknologi mungkin masih bisa dikembangkan untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Namun, sumber alam genetika, spesies, dan ekosistem ciptaan Tuhan tak tergantikan oleh manusia.

Perubahan iklim berdampak pada pertanian dan seluruh perikehidupan alami yang menggerogoti keberlanjutan kehidupan manusia. Dengan perubahan ruang lingkup alami kehidupan manusia, akan tumbuh virus penyakit baru dipicu oleh perubahan iklim.

Perlu prioritas tinggi

Jelas tampak dampak perubahan iklim pada keberlanjutan hidup alami dan manusia sehingga mengancam ketahanan dan keberlanjutan hidup bangsa kita. Sudah seyogianya perubahan iklim menempati prioritas tinggi dalam agenda pembangunan.

Perubahan iklim menggerogoti ketahanan pangan kita sehingga sudah sewajarnyalah kita sesuaikan perkembangan pertanian dengan perubahan iklim. Musim tanam, bibit tanaman, dan pola pertanian perlu dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perubahan iklim.

Sumber minyak bumi cenderung menipis, sedangkan persediaan batu bara melimpah sehingga kita cenderung memanfaatkan batu bara untuk pengembangan energi. Namun, dengan semakin gencarnya persyaratan pengendalian CO2e, kita perlu mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif.

Ini memerlukan kebijakan harga yang lebih berpihak pada energi terbarukan yang melimpah di Tanah Air kita, seperti sumber geotermal, tenaga mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin, tenaga gelombang, tenaga biomassa, demi ketahanan energi kita di masa depan.

Kita perlu selamatkan air untuk memberlanjutkan sekuritas air tawar kita. Ini memerlukan secara sungguh-sungguh dukungan politik dan ketatalaksanaan kepemerintahan pusat-daerah yang efektif dalam menerapkan rencana tata ruang menyelamatkan daerah aliran sungai, mencegah deforestasi, memberantas illegal logging dan pembakaran hutan, demi ketahanan sustainabilitas sumber daya alam tropis kita.

Di atas segala-galanya kita perlu menegakkan ketahanan penduduk kita, terutama penduduk miskin di daerah tertinggal, agar mampu berproduksi menghasilkan kebutuhan pokok manusia, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Tidak boleh terulang peristiwa kelaparan penduduk Yahukimo, Papua, karena kegagalan pertanian. Harus ada ”bantal ketahanan pangan” yang menyelamatkannya.

Dengan perubahan iklim yang mulai mencekam alam kita, membangun ketahanan penduduk kita menempati urgensi tertinggi. Ini memerlukan fokus pembangunan pada peningkatan ketahanan penduduk, menaikkan kemampuan setiap anak bangsa kita memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama oleh diri sendiri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah benar mencanangkan semboyan ”Pembangunan untuk Semua”. Kita perlu menanggapi perubahan iklim dengan pengembangan ketahanan nasional dengan melengkapi semboyan ini dengan tambahan kata: ”dan oleh Semua!”

Kamis, 15 Oktober 2009 | 04:30 WIB

Emil Salim Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia

Source:Kompas

Dipublikasi di Sisipan | Tinggalkan komentar

Greenpeace Minta Yudhoyono Kurangi Emisi Karbon

Rabu, 21 Oktober 2009 14:36 WIB |
Jakarta (ANTARA News) – Organisasi lingkungan hidup Greenpeace, dalam siaran persnya, Rabu, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menekan laju emisi karbon karena dampaknya terhadap lingkungan semakin parah.Greenpeace ingin pemerintahan baru dibawah Yudhoyono menentukan target dengan strategi nyata pembangunan rendah karbon.

“Strategi ini mencakup rencana nasional untuk melakukan pembangunan berkelanjutan rendah karbon dan nol deforestasi” ujar Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Von Hernandez.

Hernandez menyebutkan, untuk mewudukan hal itu, sebaiknya ada kerjasama antara negara maju yang harus memberi dana kepada negara berkembang untuk pemeliharaan lingkungan dan mengadaptasi efek perubahan iklim.

Greenpeace juga meminta Yudhoyono menghadiri pertemuan iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang untuk membuktikan komitmen lingkungannya dengan menghentikan sementara perusakan hutan guna melindungi hutan dan kawasan lahan gambut di Indonesia secara efektif.

“Sebagai Presiden negara yang mempunyai hutan tropis tersisa terluas di kawasan ini, janji SBY adalah harapan bagi jutaan orang di Asia Tenggara yang selama ini telah merasakan dampak negatif perubahan iklim serta dapat melindungi kekayaan alam kita,” tambah Hernandez.

Pada pertemuan G20 di Pittsburg, Amerika Serikan bulan lalu, Presiden menjanjikan pengurangan emisi Indonesia hingga 26 persen dan bisa ditingkatkan menjadi 41 persen jika mendapat dukungan internasional. (*)

COPYRIGHT © 2009
Source:ANTARA

Dipublikasi di Berita | Tinggalkan komentar